Medan Elektromagnetik, serta Operasi Matematis Vektor dan Sistem Koordinat.
NAMA : MUCH AGFIANSYAH
NIM : 72200001
KELAS : 72.2B.07
MATA KULIAH : MEDAN ELEKTRO MAGNETIK
DOSEN : IBU SRI WATMAH S.KOM
TUGAS PERTEMUAN 3
Medan Elektromagnetik
"Operasi Matematis Vektor dan Sistem Koordinat".
Hallo Selamat Datang di blog saya .
kali ini saya akan menyampaikan tambahan materi yang akan membahas tentang pengertian, sifat, operasi dan manipulasi besaran fisik baik skalar dan vektor. Pada pembahasan materi medan elektromagnetik berikutnya akan melibatkan perhitungan matematis yang melibatkan vektor
Diharapkan dengan memahami vector, akan memudahkan memahami
gejala-gejala medan elektromagnetik dengan mudah
~ Dalam mempelajari materi medan
elektromagnetik diperlukan pemahaman yang baik terhadap materi matematika dan
fisika terutama pada pokok bahasan analisis vektor dan sistem koordinat
~ Kebanyakan besaran yang digunakan
pada materi medan elektromagnetik berkaitan dengan vektor dan operasinya
~ Besaran-besaran vektor tersebut
menempati suatu ruang yang direpresentasikan dalam sistem koordinat
Definisi :
Dalam
mempelajari dasar-dasar fisika, terdapat beberapa macam kuantitas kelompok
besaran yaitu Vektor dan Skalar
~ Skalar adalah besaran yang
dicirikan sepenuhnya oleh besarnya (magnitude)
Contoh : masssa, panjang, waktu, suhu, intensitas cahaya,
energi, muatan listrik dsb.
~ Vektor adalah besaran yang
dicirikan oleh besar (magnitude) dan arah
Contoh : berat, gaya, kecepatan, medan listrik, medan magnet,
kuat medan listrik, percepatan gravitasi dsb
Besaran vektor dinotasikan dengan memakai simbol huruf
tebal/huruf besar/huruf besar atau kecil yang di garis atasnya, sedangkan untuk
vektor satuan (vektor dengan harga absolut/magnitude) dinyatakan dengan huruf
kecil yang di tebalkan.
Simbol vektor : A
atau A atau A atau a
Simbol vektor satuan : aA atau a atau ax
~ Secara grafis vektor digambarkan
dengan segmen garis berarah (anak panah).
~ Panjang segmen garis (pada skala
yang sesuai) menyatakan besar vektor
~ Anak panah menunjukkan arah vektor.
Vektor Satuan : Vektor yang arahnya sejajar dengan sumbu
koordinat dan panjangnya 1.
Simbol vektor : ax, ay dan az (koordinat Kartesius)
ap, at dan
az (koordinat Kartesius) ap, at dan az (koordinat Bola)
Vektor Satuan :
Vektor yang arahnya sejajar dengan sumbu koordinat dan
panjangnya 1
.
~ Hukum komutatif
A + B = B + A
~ Hukum asosiatif
A + (B+C) = (A+B) +
C
~ Hukum asosiatif distributif (
perkalian vektor dengan skalar) (r + s)(A+B) = r(A+B) + s(A+B)
= rA + rB + sA + sB
oh ya teman teman ini ada beberapa contoh soal dasar yaaa ...
~ Sebuah vektor A
= (2ax + 3ay + az) dan B = (ax +
ay - az). Hitunglah
a. A + B
b. B + A
c. A – B
d. B - A
Penyelesaian :
a. A + B = (2 + 1)ax + (3 + 1)ay + (1
– 1)az = 3ax + 4ay
b. A + B = (1 + 2)ax + (1 + 3)ay + (1
– 1)az = 3ax + 4ay
c. A -
B = (2 - 1)ax+ (3 - 1)ay+ (1-(-1))az = ax + 2ay + 2 az
d. A - B = (1
- 2)ax+ (1 - 3)ay+ (-1-1)az = -ax - 2ay - 2 az
Mari kita lanjut ke sistem koordinat ya teman teman ....
Sistem Koordinat
~ Vektor adalah besaran yang ditentukan oleh besar dan
arahnya.
~ Dalam aplikasinya vector selalu menempati ruang.
~ Untuk menjelaskan fenomena vector di dalam ruang dapat
digunakan bantuan system koordinat untuk menjelaskan besar dan arah vector.
~ Ada banyak sistem koordinat yang
dikembangkan tetapi dalam materi ini hanya 3 koordinat yang akan dibahas yaitu
:
a. Sistem Koordinat Kartesius
b. Sistem Koordinat Tabung
c. Sistem Koordinat Bola
Sistem Koordinat
Kartesius
~ Koordinat kartesius 2 dimensi
digunakan untuk menggambarkan objek 1 dimensi dan 2 dimensi.
~ Contoh objek satu dimensi yaitu
garis baik garis lurus maupun garis lengkung.
~ Sedangkan contoh objek 2 dimensi yaitu bidang datar. Objek 1
dimensi dan 2 dimensi dapat digambarkan pada koordinat 3 dimensi dengan baik,
~ sedangkan untuk objek 3 dimensi
harus digambarkan pada koordinat 3 dimensi
Koordinat kartesius 3 dimensi
digunakan untuk menggambarkan suatu objek baik 1 dimensi, 2 dimensi maupun 3
dimensi. Koordinat kartesius 3 dimensi mempunyai 3 sumbu koordinat yaitu sumbu
x, y, dan z.
Untuk lebih jelasnya
silahkan perhatikan gambar berikut
Sistem Koordinat
Tabung
~ Tidak semua benda mempunyai bentuk
siku-siku seperti balok, kubus, bujur sangkar, dan bentuk-bentuk siku lainnya.
~ Benda-benda seperti tabung, botol,
pipa, tampat sampah, kerucut memiliki bentuk lingkaran dengan simetri yang
khas.
~ Bentuk-bentuk seperti ini akan
susah untuk digambarkan pada koordinat kartesius karena simetri lingkaran sulit
untuk digambarkan.
~ Atas dasar inilah muncullah ide
untuk mengembangkan system koordinat untuk benda-benda seperti ini yaitu dengan
membuat koordinat silinder. Koordinat silinder terdiri dari 3 sumbu koordinat
yaitu koordinat ρ, φ, dan z
Sistem Koordinat
Bola
~ Koordinat bola digunakan untuk
menyatakan suatu objek yang mempunyai bentuk simetri bola.
~ Sebagai contoh adalah bumi yang kita tempati.
~ Posisi atau kedudukan objek-objek
yang berada dibumi akan sulit dijelaskan dengan koordinat kartesius maupun
tabung karena bentuk bumi yang bundar.
~ Oleh karena itu digunakan sistem
koordinat bola agar mudah dibayangkan.
~ Untuk menyatakan besaran vektor,
koordinat bola menggunakan 3 sumbu koordinat yaitu r, ø dan
Product Vektor
~ Vektor mempunyai beberapa operasi
yang sering disebut dengan produk vektor diantaranya adalah
~ Produk Skalar (Perkalian titik
antara 2 buah vektor) yang menghasilkan besaran skalar
~ Produk Vektor (Perkalian silang atau cross antara 2 buah vektor) yang menghasilkan besaran vektor.
Produk Skalar atau perkalian titik didefinisikan sebagai
perkalian antara besar Vektor
A dan besar Vektor
B, dikalikan dengan kosinus sudut terkecil antara kedua vektor tersebut.
~ Secara matematis perkalian titik 2 buah vector
dituliskan sbb
~ A . B = A × B
cos øAB
~ Perkalian titik dua vektor dapat ditulis sebagai
berikut :
~ Jika vector A dan B terletak pada
koordinat kartesius 3 dimensi dengan komponen ke masing-masing sumbu koordinat
dinyatakan dengan











Komentar
Posting Komentar