Nama : Much Agfiansyah
Kelas : 72.4b.07
Mata Kuliah : Mikroprosessor
Dosen : Ibu Sri Watmah M.kom
Tugas Pertemuan 3
kerjakan slide hal 18
cobalah cari bilangan real presisi tunggal untuk desimal berikut ini
1. -12
2. +100
3. -1,75
1. Bilangan Desimal = -12
Biner = 1100
Biner yang dinormalkan = 1.1 x 23
Bit tanda S = 1 (karena desimal bertanda negatif)
Eksponen (8 bit) = 0000 0011
Bias (7FH) = 0111 1111
Eksponen terbias = 1000 0010 (eksponen + bias)
Mantisa (bit pecahannya) = 1000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 0000 (32 bit)
Sehingga didapat bilangan real-nya adalah :
S + Eksponen_Terbias + Mantisa =1100 0001 0100 0000 0000 0000 0000 0000 = C1400000H
2. 2. Bilangan Desimal = +100
Biner = 1100100
Biner yang dinormalkan = 1.1001 x 26
Bit tanda S = 0 (karena desimalnya bertanda positif)
Eksponen (8 bit) = 0000 0110Bias (7FH) = 0111 1111
Eksponen terbias = 1000 0101 (eksponen + bias)
Mantisa (bit pecahannya) = 0001 0000 0000 0001 0000 0000 0000 0000 (32 bit)
Sehingga didapat bilangan real-nya adalah :
S + Eksponen_Terbias + Mantisa = 0100 0010 1001 0000 0000 0001 0000 0000 = 42900100H
3. 3. Bilangan Desimal = -1,75
Biner = 1,11
Biner yang dinormalkan = 1.11 x 2
Bit tanda S = 1 (karena desimalnya bertanda negatif)
Eksponen (8 bit) = 0000 0000
Bias (7FH) = 0111 1111
Eksponen terbias = 0111 1111 (eksponen + bias)
Mantisa (bit pecahannya) = 0001 0001 0000 0000 0000 0000 0000 0000 (32 bit)
Sehingga didapat bilangan real-nya adalah :
S + Eksponen_Terbias + Mantisa =1111 1111 0001 0001 0000 0000 0000 0000 = FF110000H
KODE ASCII
A. PENGERTIAN
ASCII merupakan kepanjangan dari (American Standard Code for Information Interchange), dan pengertian dari ASCII sendiri adalah suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks.
B. FUNGSI ASCII
Fungsi dari kode ASCII ialah digunakan untuk mewakili karakter-karakter angka maupun huruf didalam komputer, sebagai contoh dapat kita lihat pada karakter 1, 2, 3, A, B, C, dan sebagainya.
C. TABEL ASCII
Setiap simbol yang ada di keyboard memiliki kode ASCII. Sebagai contoh Huruf A memiliki kode ASCII 65; huruf a memiliki kode ASCII 97.
Kode ASCII 65 dalam implementasinya diterjemahkan ke kode Biner.
65 = 01000001
97 = 01100001
Jumlah kode ASCII adalah 255 kode. Kode ASCII 0..127 merupakan kode ASCII untuk manipulasi teks, sedangkan kode ASCII 128..255 merupakan kode ASCII untuk manipulasi grafik.
Kode ASCII sendiri dapat dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian:
· Kode yang tidak terlihat simbolnya seperti Kode 10(Line Feed), 13(Carriage Return), 8(Tab), 32(Space)
· Kode yang terlihat simbolnya seperti abjad (A..Z), numerik (0..9), karakter khusus (~!@#$%^&*()_+?:”{})
· Kode yang tidak ada di keyboard namun dapat ditampilkan. Kode ini umumnya untuk kode-kode grafik.
D. ASCII CHARACTER SET
ASCII Character Set adalah Sebuah standard kode 7 bit yang menggambarkan karakter dari ASCII dengan menggunakan nilai biner. Jangkauan nilai kode ini adalah dari 0-127. Kebanyakan dari Komputer Pribadi (PC) menggunakan perluasan dari kode ASCII berbasis 8 bit, sehingga didapatkan 128 karakter ekstra, yang digunakan sebagai simbol khusus, karakter khusus, dan simbol grafis.
“Interaksi” yang dimunculkan pada artian kalimat tersebut adalah sebuah sarana untuk menyelesaikan permasalahan hubungan antara komputer yang hanya mengenal angka, sedangkan manusia tidak mungkin harus menghafalkan angka yang cukup banyak tersebut dan mempergunakan keyboard sebagai masukan atas perintah yang diinginkannya.
Terdapat dua jenis kode yang berhubungan dengan kode pada keyboard yaitu kode ASCII dan EBCDIC. ASCII adalah kode 7 bit, sehingga karakter digenerate oleh keyboard sebagai 7 bit kode (total jumlahnya ada sebanyak 128 kombinasi yang berbeda). ASCII adalah singkatan dari American Standard Code for Information Interchange. Sedangkan EBCDIC adalah singkatan dari ExtendedBinary Coded Decimal Interchange Code, dan utamanya digunakan oleh IBM.
Kode ASCII me-representasikan kode-kode untuk :
1. Angka (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
2. Huruf ( a – z, A – Z )
3. Simbol ( &, ^, %, $ @ .. )
4. Tombol ( Enter, Esc, Backspace, Space, Tab, Shift, Ctrl )
5. Karakter Grafis ( kode ASCII Standar nomor 128 s/d 255 )
6. Kode Komunikasi ( ETX, STX, ENQ, ACK .. )
E. MACAM-MACAM ASCII
Kompleksnya kode-kode dalam ASCII ini akhirnya perlu untuk dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1. Kode Standard ASCII
Kode ini merepresentasikan angka, huruf serta tombol standar, Enter, Escape, Backspace dan Space. Selain itu juga terdapat karakter-karakter yang tidak terdapat pada keyboard, yang dapat diaktifkan dengan melakukan penekanan tombol kombinasi “Alt” dan angka yang dimaksud, sebagai contoh tombol kombinasi “Alt” dan angka “127″ akan menghasilkan karakter grafis.
2. Kode Extended ASCII
Kode ASCII Extended akan bertindak sebagai kode perluasan (extended) dari kode ASCII yang ada, karena tidak semuanya mampu tertampung dalam kode ASCII standard.
Kode ASCII jenis ini lebih banyak bertindak sebagai kode-kode tombol khusus, seperti kode untuk tombol F1 s/d F12. Sebagai contoh adalah kode ASCII extended untuk F12 adalah “123″.
Belum lagi dengan tombol kombinasi, misalnya “Alt” dan “F1″, “Ctrl” dan “F1″, atau tombol-tombol yang biasa kita lakukan “Alt” + “F” untuk membuka menu file, “Ctrl” dan “O” untuk membuka dokumen dsb.
Masing-masing jenis Kode ASCII tersebut sebanyak 255 buah, atau dapat disebut juga sebagai 255 karakter, karena memang 1 (satu) kode ASCII berukuran 1 Byte ( 8 bit ).
SHELL SYSTEM
A. PENGERTIAN SHELL
Shell merupakan command executive, yaitu program yang menunggu instruksi atau perintah dari pemakai, memeriksa sintaks dari perintah yang diberikan, dan kemudian mengeksekusi perintah tersebut
Shell disebut juga dengan command interpreteur language, artinya shell adalah bahasa yang menerjemahkan perintah yang menjadi penghubung secara langsung atau antar muka antara user dengan utilitas & bahasa pemrograman dari sistem operasi itu sendiri. Contohnya pada saat kita mengetikkan perintah “ls” di terminal, shell akan menjalankan perintah tersebut dengan mengeksekusi program “ls” yang ada pada sistem operasi. Jika kita mengetikkan perintah yang tidak memiliki program didalam sistem operasi, missal kita mengetikkan “hello” saja pada terminal, maka shell tidak akan mengeksekusi program apapun ,dan biasanya akan muncul pesan “command not found”
B. MACAM-MACAM SHELL SISTEM
Shell sendiri terdiri dari berbagai macam dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk melihat langsung shell apa saja yang ada di linux bisa dengan menggunakan perintah $ls /etc/shells kemudian enter. Berikut adalah beberapa contoh macam shell yang digunakan pada linux :
1. Bourne Shell (sh) diciptakan oleh Steven Bourne, merupakan shell UNIX yang pertama dan tercepat pada semua system UNIX Bourne Shell memiliki bahasa pemrograman shell yang baik tetapi kurang nyaman dalam hal interaktivitas.
2. C Shell (csh) diciptakan oleh Bill Joy, Bahasa pemrograman shell ini lebih sulit untuk digunakan oleh pemula karena memiliki sintaks mirip bahasa C dan oleh karena itulah shell ini dinamakan C shell. Kelebihannya Shell ini memiliki kemampuan interaktivitas yang lebih baik dibandingkan Bourne shell, serta memiliki fasilitas command completation untuk dapat melengkapi perintah yang belum lengkap dapat dilakukan dengan menekan tombol Tab.
àKorn Shell (ksh) diciptakan oleh Dave Korn. Shell ini diciptakan dengan menggabungkan kelebihan Bourne shell dan C shell sehingga shell ini memiliki interaktivitas yang baik dan juga gaya pemrograman shell yang mudah.
3. Bourne Again Shell (bash), shell ini dikembangkan oleh Steven Bourne (pencipta sh) dimana shell ini adalah pengembangan Bourne shell (sh) yang sudah dilengkapi dengan berbagai kelebihan yang tidak terdapat pada versi sebelumnya. Pada shell ini juga dilengkapi dengan kelebihan-kelebihan yang terdapat pada C shell dan juga Korn shell. Bash juga memiliki bahasa pemrograman yang baik serta interaktivitas yang mudah di pahami. Bash adalah jenis shell yang paling banyak digunakan pada saat ini.
4. Almquist shell (ash), shell ini dikembangkan Kenneth Almquist. Shell ini kecil, cepat dan kompatibel dengan standard Posix. Ash banyak digunakan dalam embedded linux, embedded adalah sistem tertanam misalnya BIOS komputer
5. BusyBox, shell ini memiliki ukuran yang kecil dan banyak ditemukan dalam sistem linux embedded, installer, distribusi floppy atau kondisi yang membutuhkan kesederhanaan dan ukuran yang sangat kecil. shell ini juga menyediakan fungsionalitas banyak utiliti sistem dalam satu binary yang di link ke binari busybox.
6. Debian Almquist shell (dash), merupakan turunan ash, yang diturunkan ke linux dari ash versi Net-BSD, oleh Herbert Xu pada tahun 1997, shell ini merupakan pengganti versi modern dari shell ash pada distro Debian.
7. Exensible shell (es). shell yang diturunkan dari shell rc pada Plan 9 (distributed sistem operasi yang dikembangkan oleh Bell Labs). Di Linux, es tergolong shell yang sangat langka, dan jarang digunakan
8. Friendly interactive shell (fish), merupakan shell yang cukup popular di Linux dan tergolong aktif dikembangkan. Fokus utama fish adalah kemudahan penggunaan. Fish tergolong sangat lengkap, kaya fitur dan cukup menarik.
9. Stand Alone Shell (sash), adalah shell unix yang menyediakan berbagai fungsionaitas utility sistem, dilink secara statik. Dengan fitur tersebut, sash umum ditemukan pada sistem minim resource, installer, atau pada rescue system.
10. Z shell (zsh), adalah salah satu shell populer di Linux, banyak pengguna linux memanfaatkan kemampuan scripting-nya untuk membangun script yang kompleks.
11. Hart to Use shell (hush), ide dari shell ini adalah tugas yang sangat sederhana dibuat sangat rumit dan diselesaikan dengan perintah yang panjang.
12. Karel’s Interactive Simple shell/Karel’s Incredibly Stupid shell (kiss), shell dengan fungsionalitas berbagai utiliti penting sistem yaitu: rkiss dukungan readline, gkiss dukungan getline, bkiss tanpa fitur editing.
BCD (Binnary Code Desimal)
Untuk menghubungkan antara perhitungan yang dilakukan oleh manusia dengan perhitungan yang dilakukan oleh sistem Digital perlu adanya suatu sistem yang dapat melakukan perubahan (Konversi) dari bentuk Desimal ke dalam bentuk Biner. Perubahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan Sistem Sandi atau Kode. Salah satu sistem sandi yang dipergunakan untuk mengadakan perubahan (menyandi) dari bilangan Desimal menjadi bilangan Biner disebut Sandi BCD atau Binary Coded Decimal.
Untuk menyandi bilangan-bilangan Desimal dapat dilakukan dengan menggunakan angka Biner 4 Bit (Binary Digit) sehingga akan diperoleh 16 kemungkinan kombinasi 4 Bit bilangan Biner.
A. Pengertian BCD (Binary Coded Decimal)
Kode BCD (Binary Coded Decimal) adalah sistem pengkodean Biner dari angka Desimal dimana setiap digit Desimal diwakili oleh sejumlah bit, biasanya terdiri dari 4 bit. Pola-pola bit khusus ini kadang-kadang digunakan sebagai penanda atau untuk indikasi lain (misalnya kesalahan atau overflow).
Dalam sistem berorientasi bit (seperti pada sebagian besar komputer modern), istilah BCD yang terbongkar (unpacked BCD) biasanya menggunakan seluruh byte untuk masing- masing digit (seringkali termasuk sebuah tanda), sedangkan BCD yang terkemas (packed BCD) biasanya mengkodekan dua digit desimal dalam satu byte dengan mengambil keuntungan dari
fakta bahwa empat bit saja cukup untuk mewakili satu digit angka dengan rentang 0 sampai 9.
Unpacked BCD sering digunakan oleh keypad atau keyboard, sedangkan Packed BCD digunakan untuk beberapa instruksi termasuk untuk penjumlahan dan pengurangan BCD dalam kumpulan instruksi di CPU.
Kode BCD ini digunakan apabila diperlukannya transfer informasi desimal masuk dan keluar dari rangkaian atau peralatan digital. Contoh-contoh rangkaian atau peralatan digital tersebut diantaranya seperti Jam Digital, Kalkulator, Multimeter Digital dan Pencacah Frekuensi (Frequency Counter).
Nilai tertinggi dari suku bilangan desimal adalah angka 9 yang diwakilkan oleh bilangan
biner 1001. Dengan demikian, hanya bilangan biner 4 bit dari 0000 hingga 1001 yang digunakan. Tabel dibawah ini menunjukan kode BCD.
Cara Mengkonversikan Bilangan Decimal ke BCD
Dalam proses konversinya, setiap angka dari bilangan desimal dikonversikan satu per satu menjadi 1 kelompok bilangan biner (4 bit). Pertama, pisahkan angka desimal sesuai dengan bobotnya kemudian tuliskan kode BCD bobotnya kemudian tuliskan kode BCD yang ekuivalen yang ekuivalen untuk mewakili setiap digit desimal untuk mewakili setiap digit desimal yang bersangkutan.
378(10) = (BCD)
3 | 0011 |
|
7 | 0111 |
|
8 | 1000 |
Hasilnya : 011101111000(BCD)
Sign unsign integer
UNSIGN dan SIGN INTEGER
Data Ukuran Byte data ukuran byte disimpan dalam unsigned dan signed integer(bilangan bulat tak bertanda dan bilangan bulat bertanda). Perbedaan dalam bentuk ini adalah bobot dari posisi paling kiri. Untuk unsign integer nilainya 128 dan untuk signed integer nilainya adalah -128. dalam format signed, bit yang paling kiri adalah bit tanda bilangan. Kisaran dari
unsigned integer adalah 0 sampai 255, sedangkan signed integer berkisar antara -128 sampai +127. Bilangan negatif disajikan dalam bentuk ini, tetapi disimpan dalam bentuk komplement dua, seperti yang telah dijelaskan diatas.
UNSIGN dan SIGN INTEGER
Data Ukuran Word Satu ukuran word dibentuk oleh dua byte data. LSB selalu disimpan dalam lokasi memori paling rendah, dan MSB disimpan yang paling tinggi. Metode untuk penyimpanan ini disebut dengan format little endian. Metode alternatif disebut format big endian. Untuk menyimpan data ukuran word dalam memori, digunakan direktif DW(Define Word). Namun biasanya data yang berukuran lebih dari 8 bit disimpan menggunakan format little endian
Apa Yang dimaksud tipe data integer
Integer atau sering ditulis dengan (int.) merupakan tipe data berbentuk bilangan bulat atau tipe data numerik yang umum digunakan untuk menyimpan angka tanpa komponen pecahan dengan rentang angka -707, 0, hingga 707. Tipe data integer ini mencakup semua bilangan bulat atau bilangan yang tidak memiliki komponen pecahan
Apa yang dimaksud unsigned?
Unsigned merupakan kata kunci untuk menandakan sebuah variabel tidak akan menampung bilangan dengan "penanda" sebagai representasi suatu bilangan yang disimpan ialah bilangan negatif atau positif. Seluruh bit akan digunakan untuk merepresentasikan suatu bilangan.
Apa fungsi dari unsigned int tersebut?
unsigned int digunakan untuk mendeklarasikan tipe data bilangan bulat positif atau bernilai 0 hingga 65535. Sama dengan integer, tipe data ini juga membutuhkan 2 byte memori mikrokontroller
Apa pengertian tipe data integer dan berikan contohnya?
Jawaban. Pengertian Tipe Data Integer. Dalam bahasa pemrograman, tipe data integer adalah tipe data yang terdiri dari angka bulat (tidak mengandung nilai pecahan atau nilai desimal). Nilai ini bisa berbentuk angka positif maupun negatif, contohnya 1, 2, 6, -44, 20000, atau 12873012
TIpe Data Sign Integer (Bilangan Bertanda ) untuk prosessor 7 bit
Representasi data merupakan cara untuk meletakkan sebuah nilai dalam memory komputer. Representasi data ini terdiri dari beberapa bilangan yang biasa disebut tipe data dalam pemograman. Tipe data yang biasa kita kenal dan kita gunakan dalam memprogram sebuah aplikasi adalah tipe data Integer, Float, Char, Double. Untuk tipe data integer dan char, terdiri dari dua yaitu Unsigned dan Signed. Tipe data Char atau Integer yang diikuti dengan kata Unsigned akan menghasilkan nilai positif semua karena tipe data ini tidak mengenal tanda didepannya (-). Sedangkan tipe data Chat atau Integer yang diikuti oleh signed, (biasanya tidak dituliskan) akan terdapat nilai negative nya karena bilangan ini mengenal tanda yang ada didepan nilai (-). Tipe data Char dan integer menghasilkan bilangan bulat (tidak berkoma). Sedangkan tipe data Float dan Double menghasilkan bilangan berkoma. Untuk merepresentasikan bilangan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Floating-point atau bilangan titik mengambang, adalah sebuah format bilangan yang dapat digunakan untuk merepresentasikan sebuah nilai yang sangat besar atau sangat kecil. Bilangan ini direpresentasikan menjadi dua bagian, yakni bagian mantisa dan bagian eksponen (E). Bagian mantisa menentukan digit dalam angka tersebut, sementara eksponen menentukan nilai berapa besar pangkat pada bagian mantisa tersebut (pada posisi titik desimal). Sebagai contoh, bilangan 314600000 dan bilangan 0.0000451 dapat direpresentasikan dalam bentuk bilangan floating point: 3146E5 dan 451E-7 (artinya 3146 * 10 pangkat 5, dan 451 * 10 pangkat -7).
Kebanyakan CPU atau MIKROPROSESOR sederhana tidak mendukung secara langsung operasi terhadap bilangan floating-point ini, karena aslinya mikroprosesor ini hanya memiliki unit aritmatika dan logika serta unit kontrol yang beroperasi berdasarkan pada bilangan bulat (integer) saja.
Perhitungan atau kalkulasi terhadap nilai floating point pada jenis mikroprosesor sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak, sehingga operasinya sangat lambat. Untuk itulah, sebuah prosesor tambahan dibutuhkan untuk melakukan operasi terhadap jenis bilangan ini, yang disebut dengan unit titik mengambang.
Dalam bahasa pemrograman, khususnya keluarga bahasa pemrograman C, bilangan titik mengambang direpresentasikan dengan tipe data float.
/
Komentar
Posting Komentar